Minggu, 12 Juli 2015

CINTA JARAK JAUH SELAMA 30 TAHUN

Setelah menunggu selama 30 tahun, sepasang kekasih dari Korea Utara dan Vietnam akhirnya bersatu dalam pernikahan. Tiga dasawarsa bukanlah waktu yang pendek, tapi mereka berhasil menjaga kesucian cinta mereka dari seberang lautan.
Kisah cinta ini bermula saat seorang mahasiswa kimia asal Vietnam pergi ke Korea Utara pada 1971 untuk belajar. Mahasiswa muda itu, Pham Ngoc Canh, jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang wanita yang sekilas dilihatnya melewati pintu laboratorium di Hamhung, tak jauh dari Pyongyang. Pham pun nekat menemui Ri Young Hui. Mereka lalu bertukar hadiah, Pham memberi foto dan Ri memberikan alamat yang ditulis di sobekan kertas. Mereka bertemu diam-diam dan berpisah diam-diam. Pham memberi tahu ibu Ri agar memaksa putrinya menikah dengan pria lain saja karena mereka berdua tidak mungkin dipertemukan.
Rezim Korea Utara melarang warganya berhubungan dengan orang asing, meski dari negara komunis seperti Vietnam.
Ri menolak saran Pham dan ibunya untk menikah dengan pria lain. Bahkan ketika Pham pulang ke Hanoi karena tugas belajarnya selesai, Ri berusaha bunuh diri. Pham pun akhirnya bertekad untuk memperjuangkan cinta mereka. Dibantu oleh ibu Ri, kedua kekasih ini menjalin hubungan hanya lewat surat selama 20 tahun tanpa pernah bertemu sekalipun. Surat terakhir diterimanya pada 1992.
Mengetahui Ri tak mungkin memperjuangkan persatuan mereka kembali, Pham pun mengambil inisiatif untuk selalu mengusahakan pertemuan mereka kembali. Sebagai seorang penterjemah tim olahraga nasional, Pham beberapa kali mengunjungi Korea Utara. Kesempatan ini selalu digunakan untuk menghubungi Ri. Namun usahanya selalu gagal.
Orang-orang di Korea Utara selalu mengatakan, Ri telah menikah atau telah meninggal, tapi Pham lebih percaya kesejatian cinta Ri ketimbang omongan orang-orang. Ia menolak untuk percaya telah kehilangan kekasihnya. Pham juga pernah berusaha melunakkan kekakuan birokrasi dengan membawa 40 surat cinta dalam bahasa Korea yang dikumpulkannya selama 20 tahun itu ke Kedutaan Besar Korea Utara di Hanoi. Ia berharap mereka mau membantu. Namun usaha ini, seperti perjuangan sebelumnya, mnemui ketidak pastian. Tahun-tahun terus berlalu dan rambut mereka sudah mulai beruban, namun cinta mereka tak juga pupus.
Pham melakukan usaha terakhirnya saat ia mendengar delegasi politik Vietnam berkunjung ke Pyongyang. Ia kemudian menulis surat kepada Presiden dan Menteri Luar Negeri Vietnam. Usahanya kali ini tidak sia-sia.
Beberapa bulan kemudian, ia mendapat jawaban yang ditunggunya selama 30 tahun.
Pemerintah Korea Utara mengijinkannya untuk menikahi Ri Young Hui. Lalu pasangan yang telah berusia 50 tahunan itu bertemu kembali.
Mereka pun sepakat untuk tidak menunda-nunda lagi pernikahan yang sudah lama dinantikan itu. Desember 2002 di Hanoi, keduanya menikah dengan dihadiri 700  tamu yang datang.

" Cinta sejati akan setia menanti, selamanya yang hidup sejalan dengan waktu yang mengiringi langkah mereka memahami cinta sebenarnya"

5 komentar:

  1. Kalo emang rejekinya ga kemana kata orang , ga ada matinya .

    BalasHapus
  2. "Cinta sejati tak berhitung jarak, ruang dan waktu.Cinta sejati tak akan mati karena bentangan dan jauhnya jarak yg tak jelas muaranya"

    BalasHapus
  3. Kecuali yang satu tinggal di planet Jupiter.

    BalasHapus
  4. tetap saja hatinya bicara......

    BalasHapus
  5. karena receiver and transmitter sama frekuensinya

    BalasHapus